Jumat, 10 November 2017

Review Movie Anime "Uchiage Hanabi"

Uchiage Hanabi. Shita kara miruka? Yoko kara miruka? (Kembang api. Dilihat dari Samping. Atau Bawah?) Dari judulnya saja sudah ketara film ini berhubungan dengan kembang api, tapi apakah yang menjadi bahan pokok adalah hanya kembang apinya saja? Ya! Kembang api merupakan elemen utama dari film ini. Mengapa? Mari simak review saya tentang Anime Uchiage Hanabi.

Di Indonesia sendiri, Uchiage Hanabi sudah hype dan ditunggu karena digarap oleh studio yang suka memelintir kepala para karakter anime yang digarapnya, yaitu SHAFT. Dilain pihak banyak orang yang menantikannya karena ternyata anime ini diadaptasi dari drama asli dengan judul yang sama. Drama tersebut telah mengudara di tahun 1993. Dan separuhnya melihat dari design karakternya yang “konon” mirip dengan anime-anime yang digarap oleh SHAFT. Ya karena anime produksi mereka emang Shaft Banget. Sedangkan saya? Saya menanti apa yang sutradara Nobuyuki Takeuchi yang biasanya menggarap Key Frame dan Akiyuki Shinobu (Denpa onna to seishun otoko, Bakemonogatari, Arakawa Under The Bridge, Hidamari Sketch) lakukan pada film tersebut.

Sejujurnya saya tidak tahu jalan seperti apa yang dibawa oleh anime ini karena tidak mencari referensi dan termasuk menonton dramanya, setelah saya menonton anime ini saya baru menyadari ternyata mindblowing sekali, terlebih kebiasaan SHAFT, mereka menambahkan beberapa elemen yang memang membuat orang yang melihatnya bingung. Tapi sebenarnya elemen-elemen tersebut yang mengandung makna tersembunyi dari arti setiap potong adegannya.

Berdasarkan wikipedia (yang kemungkinan menerjemahkan isi dari website Uchiage no Hanabi), anime ini menceritakan tentang segerombolan anak muda yang ingin melihat kembang api dari mercusuar di kota sekitar, dan membayangkan apakah kembang api akan terlihat datar jika disaksikan dari samping. Sedangkan di sisi lain ada seorang idola kelas bernama Nazuha bertanya kepada orang yang menyukainya, Norimichi untuk kawin lari bersamanya. Nasib apa yang menanti mereka pada keseharian yang terus berulang?

“Keseharian yang terus berulang” dari deskripsi dasar diatas film ini tentu saja mengulang kejadian, tempat dan waktu yang sama.
SPOILER ALERT!
Postingan ini kemungkinan berisi spoiler, silahkan baca secara bijak untuk mendapatkan informasi dari film ini. Admin tidak bertanggung jawab jika anda telah mengerti dan memahami cerita dan isi dari film karena tulisan ini.


Drama? It’s not just a drama!

Drama, jika anda membuka referensi MyAnimeList atau sebangsanya itu, anda hanya akan menemukan kategori anime ini adalah sebuah drama. Tapi tidak hanya sebatas drama, anime ini menyuguhkan perulangan waktu yang dapat merubah nasib seseorang. Jika anda telah menyaksikan “Litte Busters”, kurang lebih seperti itu. Mereka seperti terjebak di dalam ruang yang terus-terus berulang hingga salah satu menyadari, inilah dunia yang aku buat sendiri.
Walau dunia ini terus berulang, kita tidak tahu apakah hubungan mereka akan baik-baik saja. Setelah selesai, yang membuat saya merasa penasaran adalah kelereng yang memiliki pola kaca penutup lampu mercusuar yang dilemparkan oleh Norimichi? Apakah bola ini memiliki kekuatan magis? Apakah bola itu yang mengurung mereka? Atau mereka telah mati dan bola tersebut sebagai perantara? Versi anime memang sedikit berbeda dengan live action dramanya.
Bola punya siapa neh? Mengganggu Ajah!

Adegan selanjutnya saat Nazuna menyanyikan sebuah lagu di dalam kereta, adegan tak terduga dia menjadi layaknya cinderella! Hal ini memang aneh, karena menurut saya, adegan tersebut adalah adegan yang ditambahkan oleh Shaft sendiri. Alasannya? Menambah durasi serta ke eksisan Nazuna sebagai sosok gadis yang sepertinya memeliki banyak keunggulan.

Kalau boleh saya kategorikan, selain drama, film ini mengandung genre Fantasi, Sci-Fi, dan Romance. Setuju?


Implied on the openings

Setelah saya lihat, pembukanya menampilkan keduanya seperti berada di dalam air, menggunakan pakaian renang. Setelah diperhatikan, nampaknya mereka pada area kedalaman yang amat dalam, tidak ada permukaan air yang terlihat. Disana ada pesan tersirat yang saya baca, bahwa mereka akan terjebak pada sesuatu masalah yang sangat rumit, dan mereka akan mengalami masalah-masalah tersebut berulang-ulang. Saya sangat menyesal menyadarinya setelah sampai di rumah, ada beberapa adegan yang saya lupakan soal keterkaitan adegan pembuka ini.

Awalnya saya mengira di adegan ini mereka melakukan bunuh diri. Tapi ternyata setelah ditelusuri hal itu sangat tidak dimungkinkan, mengapa? Karena adegan saat mereka menggunakan pakaian renang sekolah hanya terjadi saat di kolam renang sekolah yang disitu juga terdapat Yuusuke, terlebih lagi kolam renang sekolah untuk bunuh diri dengan kedalaman yang hanya se-dada Norimichi? Arienai! Jadi, apa arti lain dari adegan ini? Sungguh tidak mengenakan jika dihubungkan dengan adegan saat di stasiun, Norimichi mengatakan “kawin lari? bertanggung jawab berarti kita harus bunuh diri?”.


Heroine Aligment!

Nazuna, walau dia tinggi dia menggemaskan terlebih sikapnya yang agak sedikit misterius sangat cocok dengan pengisi suaranya. Semenjak pertama kali saya melihatnya saya selalu bertanya apakah dia benar-benar disandingkan dengan Norimichi? Tidak ada pesan cinta yang jelas di dalam film ini, walaupun ada, pesan tersebut diberikan kepada Yuusuke. Namun dari mimik wajahnya, dia selalu tersenyum dengan Norimichi. Terlebih saat Norimichi memenangkan perlombaan renang. Dia menjadi sangat riang, bahkan saat kembali ke jalan pulang, Nazuna sempat memutar-mutarkan sepeda yang ia kendarai. Jadi dia ikut siapa? Jelas Norimichi.
Aduh, senyumnya kesamarkan air, mau dong disemprot!



Something hidden at the end

Endingnya teramat-amat sangat menggantung, tiada yang tahu apa yang terjadi pada mereka selanjutnya dan saat adegan terakhir pengabsenan siswa. Tidak sama dengan versi drama. Bisa saya sebut ending anime ini tiada bedanya dari Kimi no Nawa, namun lebih menggantung. Setelah sekian banyak perulangan, petualangan, dan kejadian yang membuat kita geregetan plus bingung, ditambah Nazuna mengucapkan “Jadi ini dunia yang kau (Norimichi) buat?”, “Mari kita bertemu di dunia yang lain” membuat saya tidak nyaman. Sehingga saya menganggap mereka telah berada di dunia lain, alias mati dan berakhir. Namun apakah mereka benar-benar berakhir? Di akhir anime ini, keduanya tidak hadir dalam sekolah, apakah mereka kabur? Atau mereka menghilang ditelan bola kelereng yang dibawa Nazuna dari pantai? Atau mereka mati setelah di dorong dari mercusuar? Atau mereka berhasil kawin lari ke Tokyo? Saya tidak dapat membaca apa yang sebenarnya terjadi dari karakter-karakter lain yang hadir dikala adegan terakhir itu ditapilkan.


So? The Fireworks?

Nampaknya dari judul film ini mengajarkan kita untuk melihat dari dua sisi. Seperti kembang api, jika dilihat dari depan dan bawah kita akan menyadari itu bulat, sedangkan jika di lihat hanya dari satu sisi, terlihat datar. Namun terlihat datarnya itu hanya persepsi seseorang, seolah memanggil kita untuk melihatnya datar, atau merubahnya menjadi datar. Seperti bumi yang diperdebatkan bulat atau datar yah? Namun sisi yang satu sangat membutuhkan akal, pikiran dan pendalaman, saya rasa menontonnya sekali tidak akan cukup untuk anda yang ingin menemukan jawaban atas menghilangnya mereka berdua, serta keaktifan bola kelereng yang menyebabkan waktu terus berulang. Apakah akhirnya pesan cinta Norimichi tersampaikan? Tapi mengapa lagunya “Just Friend?” Apakah ini cinta? Cinta yang seperti apa? Friend Zoned?

Nampaknya ini yang diincar oleh Shaft, membuat anda penasaran. Akhirnya semua orang mau tidak mau harus menontonnya sebanyak 2 kali untuk memahami film ini. Namun sekali lagi saya tidak dapat menemukan titik terangnya. Memang anime Shaft sangat sulit dimengerti, semenjak saya menonton Monogatari-pun saya tidak dapat memahaminya. Atau saya yang hanya manusia bodoh?


Critical Response

Banyak komentar yang datang dari orang terkenal di Jepang. Komentar tersebut bisa ditemu di halaman wikipedia Uchiage no Hanabi. Kita dapat temui komentar seperti dari musisian Koremasa Uno yang mengatakan “Bahwa animenya tidak seperti aslinya. Rasanya seperti studio anime sendiri, Shaft, dan produser Genki Kawamura (Produser) yang membuatnya”. Tatsuya Masuto juga berkata di twitternya bahwa “ekspetasi terhadap film tersebut tidak begitu mengecewakan, dan animenya seharusnya bisa lebih bagus dari live-actionnya.”


Final Score?

Saya menilai, film anime ini sebsar 8/10 (Delapan dari sepuluh total skor). Dari aspek grafis yang membuat saya terpukau dengan sosok Nazuna, gambar yang memukau, ditambah ada adegan yang total menggunakan CG3D. Background Music, dan tentu saja cerita yang diadaptasi dari Live Action Drama 1993 ini memang benar-benar menggugah hati, berangan-angan jika kita ada di sana, “perandaian” apa yang dapat kita buat bersama Nazuna kalau kita ikut mencintainya? Masa muda yang benar-benar mustahil kita dapatkan, dimana ada seorang anak perempuan dengan misteriusnya mengambil hatimu dan mengajak kawin lari, meninggalkan seluruh kehidupan dikota yang ditinggali.

Apalagi? Masih ada aspek yang tertinggal yaitu Music. Theme song Uchiage Hanabi dari DAOKO x Kenshi Yonezu! Dan Forever Friends yang juga diadaptasi dari Live Actionnya-pun dinyanyikan oleh DAOKO.



Walau tulisan saya tidak menggunakan kualitas bahasa yang tinggi dan ilmiah, karena agar dapat mudah dipahami. Diharapkan review ini bisa membantu kalian yang membacanya, terlebih lagi yang ingin menonton Uchiage Hanabi, namun masih diselimuti dengan rasa ragu, hingga penayangannya di bioskop usai. Mungkin Uchiage Hanabi bisa menjadi pertimbangan dikala anda memburu B-Ray anime movie, Uchiage Hanabi yang saya rekomendasikan.
Apa cuma saya yang berfikir Nazuna sangat imut di adegan ini?
Disqus Comments